Mau dibawa Kemana Kabupaten Loteng?
Journalntbnews.com
Lombok Tengah. NTB.
Secara lingkungan, Lombok Tengah menjadi Icons dan Simbul wilayah provinsi Nusa Tenggara Barat. (NTB). Karena di kabupaten ini terdapat Bandara Internasional Lombok (BIL) atau kadang dibegal Namanya menjadi Bandara Internasional Abdul Majid (BIZAM). Saat dirinya menuju ke kota Mataram saya melihat ada tulisan BIZAM, di kek Mandalika (Kuta) Kecamatan pujut juga BIZAM. Tapi di Bandara sendiri tidak ada Nama BIZAM. Perbedaan Nama Bandara berpengarauh pada minat tamu luar daerah datang ke kabupaten Lombok Tengah," inilah lambang persatuan masyarakat yang pecah belah karena oleh pemimpinnya yang serakah. Demikian kata Dr (C) Nujumiddin selasa (15/8/2023).
Kata dia, Selain Nama Bandara yang punya dua nama, juga terdapat KEK Mandalika dengan penuh misteri. Kehadiran KEK Mandalika ini berpengaruh kepada hilangnya para tamu wisata ke destinasi wisata yang lain seperti Senggigi dan Gili Terawangan menjadi sepi," di dalam membuat program dan melaksanakan program, pemda sebelum menemukan cara mengatasi permasalahan, hendaknya ekstra diskusi bersama jajarannya dengan mateng, agar apa yang diprogramkan bisa produktif. Seperti Interpretative Structural Modeling (ISM). Prinsip dasarnya adalah identifikasi dari struktur di dalam suatu sistem yang memberikan nilai manfaat yang tinggi guna meramu sistem secara efektif untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
Banyak contoh kegiatan Pemda Lombok Tengah ini yang mubazir dan perlu disadari Kealfaannya itu." Kritik nya.
Terkait Soal KEK Mandalika
Ribuan Hektar tanah ITDC yang kita kenal dengan Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Mandalika yang menimpa kerugian besar. Ini salah dan dosa siapa. Ketika MotoGP diselenggarakan, semua mobil dinas Pemda ditempel stiker MotoGP seluas penampang mobil itu," Bertahun-tahun masih dipasang. Itu karena pemda berbuat di luar akal cerdas, di samping itu juga para kepala dinasnya juga tidak mau menegur karena takut terancam dimutasi atau Non job. Pilihannya adalah calling down." Ucapnya membeberkan.
Nujumiddin juga menyoroti soal Lapangan umum yang letaknya di jantung kota Praya yaitu, Lapangan Muhajirin dirubah menjadi Alun-Alun Tastura. "Ini terjadi Perusakan lingkungan yang signifikan. !!! Ada bangunan di Tengah Lapangan yang ribet, tidak nyaman dipandang, mereka ramai cuma di pinggir-pinggirnya saja. Tidak ada Arsitek yang handal dalam mendesain atau menyulap Lapangan ini manjadi taman yang indah." ujarnya.
Soal Lapangan Bundar..!
Lapangan bundar. Sebelumnya ada tembok keliling yang kemudian dirobohkan. Saya tidak mengerti apa tujuannya dirobohkan tergesa-gesa. Lapangan sepak bola yang pinggirnya dibuatkan pondasi itu mungkin pemda meniru dari hasil kunjungan kerjanya.
Sejumlah Aset Daerah Yang tidak dimanfaatkan dengan Baik juga menjadi sorotan Nujumiddin.
Banyak aset pemerintah daerah (Pemda) yang terbengkalai. Hingga saat ini tidak dimanfaatkan. Bahkan kondisinya seperti “rumah hantu”.
Adapun aset yang terbengkalai tersebut diantara bekas gedung kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Aerotel Praya, bekas gedung kantor Dinas Pendidikan dan lainnya. Sejumlah aset tersebut sampai sekarang belum jelas mau diapakan.
Bangunan Aerotel.
Bangunan yang megah dikondisikan menjadi bangunan yang jorok. Bangunan ini sebenarnya bangunan yang terindah termewah di kota praya. Ditempati dong nanti kalau kelamaan tidak ditempati bisa dihuni hantu.
Soal Penataan kota Praya.
Portal jalan raya yang Amburadul dan perempatan Pertamina. di depan toko Matahari dan di bundaran Biao, portalnya dari sisa bekas dinding trotoar dan menaruh gumbleng menjadi pot bunganya. Jorok sekali saya melihatnya. Beginilah program sesaat dalam pemikiran pemda tanpa memikirkan kesiapan anggaran yang ada,"
pohon penghijauan pinggir jalan. Ini perlu menjadi perhatian khusus, karena pohon yang ada sering tumbang dan menewaskan pengguna jalan. Petugas yang terkait perlu pengkayaan teori tentang cara pengelolaan pohon pinggir jalan. Tidak serta merta ditebang asal-asalan ikuti perintah atasannya. Perlu diingat pohon penghijauan berfungsi menyerap sejumlah karbon terutama di dalam kota. Jangan sembarang tebang, saya tahu SDM rekan-rekan di jajaran Pemda Lombok Tengah yang mengetahui ilmu penghijauan ini terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali." sindirnya.
Selanjutnya, PDAM. Baru-baru ini Direkturnya berniat angkat hutang ratusan milyar. Berani sekali berhutang, apalagi bagaimana gerakannya dalam mencari hutang kesana kemari. Kecuali perusahaan PDAM miliknya sendiri monggo, "masa jabatan direktur terbatas dan bisa diganti suatu waktu. Terus kalau berutang terjadi, lalu yang punya beban adalah penggantinya. Saya tidak tahu uang tagihan PDAM dari masyarakat pelanggan di setor ke kas daerah atau tidak. Lalu yang menggaji pegawainya adalah Pemda juga atau tidak." katanya lantang.
Dia menambahkan, Pembuatan UKL-UPL bangunan, hendaknya Pemda peduli terhadap UKL-UPL dalam mendirikan bangunan. Betapa ngerinya pembuatan gedung tanpa pembuatan UKL-UPL. Kata UKL-UPL memang tidak bergeming di telinga Pemda saat ini karena mereka tidak mengetahui ilmunya. sebagaimana dengan gedung DPRD yang di kelurahan Jontlak berdiri megah itu," sekarang ada bangunan Laboratorium Dinas Kesehatan yang konon tidak memiliki UKL-UPL. Tidak boleh membangun sebelum UKL-UPL nya selesai diuji kelayakannya, jadi teladan dong di masyarakat, jangan asal bangunan pemerintah, UKL-UPL diabaikan.
Pembuatan IPAL di Perumnas Tampar-Ampar. Biaya proyek 4,5 milyar yang tidak berfungsi, merusak lapangan Perumnas itu. Dipakai juga tidak."Silahkan jajaran SKPD kalau lewat Perumnas ke jurusan Mujur, noleh sebentar ke lapangan di timur SD Tampar-Ampar tempat IPAL itu yang sekaligus dikerjakan oleh HL Firman Wijaya (kabid PU) saat itu dan menjabat Sekda saat ini." Katanya.
Saat ini Bupati dan Wabup Gencar dengan Program Sekolahkan Anak Yatim menjadi Dokter dengan biaya Gratis.
Kata dia, Program menyekolahkan anak-anak yatim. dengan gratis, itu merupakan niat manusiawi yang luar biasa. Insya Allah kalau ini bisa terealisasikan, H.Lalu Pathul Bahri SIP bisa terpilih menjadi bupati dua periode.
Akan tetapi H.Lalu Pathul Bahri SIP jangan lupa bahwa di kabupaten Lombok Tengah ini banyak anak-anak yang cerdas." Silakan sokong mereka yang cerdas-cerdas itu dalam melangsungkan pendidikannya. Umpama saja 100 anak cerdas sukses dalam pedidikannya, mereka mampu menyokong ribuan anak yatim di masa berikutnya sebagai penerus perjuangan bapak Bupati HL Pathul Bahri. Untuk mengetahui jumlah anak cerdas di Lombok Tengah, gampang kok, dengan cara ambil data di SMA/SMK yang masuk perguruan tinggi jalur undangan atau non tes."tutupnya. (bersambung).
sumber. Journalntbnews
editor. Rossi

