Kandang Ayam Diduga Tak Steril, Lima Dusun di Desa Saba Diserbu Lalat Empat Tahun


PRAYA
– Warga Desa Saba, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah, mengeluhkan serbuan lalat yang terjadi selama empat tahun terakhir. Warga menduga lalat berasal dari empat kandang ayam di lingkungan mereka yang kondisinya tidak steril dan minim perawatan.

Warga Dusun Jembe Timur, Haesiah, menyebut setidaknya lima dusun terdampak: Dusun Jembe Timur, Jembe Utara, Salik, Masjaya, dan Melati. Lalat tak hanya memicu kekhawatiran kesehatan, tapi juga menimbulkan rasa jijik berkepanjangan. Pelaku UMKM, terutama pedagang makanan, terancam tutup karena sepi pembeli yang menganggap dagangan tidak higienis. 

“Kami menduga serbuan lalat ini berasal dari empat kandang ayam yang ada di Dusun Jembe Timur, Jembe Utara, Masjaya, dan Melati,” kata Haesiah usai mengadukan persoalan itu ke Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah, Kamis (9/4). Menurut Haesiah, lalat muncul di setiap rumah dalam radius 1 km dari kandang. “Hampir 4 tahun, di setiap sudut rumah diserbu lalat. Makanan yang baru saja dihidangkan langsung dikerumuni. Rasanya sangat menjijikkan,” ujarnya. Ia mengaku warga sudah melapor ke Pemdes Saba, Camat Janapria, Puskesmas, Dinas Kesehatan, hingga DLH Lombok Tengah, namun belum ada solusi efektif. Keluhan serupa disampaikan Marni, warga sekaligus pelaku UMKM. Ia menduga populasi lalat membeludak karena kandang ayam tidak bersih dan jauh dari perawatan rutin. “Saya menggantungkan hidup dari berdagang makanan. Sekarang terancam tutup karena sepi pembeli dan dianggap tidak higienis akibat banyaknya lalat,” kata Marni. Warga sudah beberapa kali mendatangi Kantor Desa Saba untuk protes. Mediasi antara warga dan pemilik kandang yang difasilitasi pemdes pun belum membuahkan hasil. “Pemilik kandang dan pemerintah desa dinilai hanya memberi janji tanpa aksi yang intensif dan berkesinambungan,” sesal Marni.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah, Lalu Sarkin, menyatakan urusan peternakan ayam merupakan ranah Dinas Pertanian. DLH siap berkoordinasi bila ada surat pengaduan resmi dari warga. “Bisa nanti kami koordinasi dengan Dinas Pertanian. Kalau ada surat pengaduan, segera kami atensi untuk turun melihat kondisinya. Tapi sekali lagi ini ranahnya Dinas Pertanian. Biasanya pertanian mengajak kami turun survei,” jelas Sarkin.

Hingga kini, warga Desa Saba masih berharap ada penanganan nyata agar serbuan lalat yang sudah berlangsung bertahun-tahun segera teratasi. (TOH).