Praya, 8 April 2026 — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Sarjana, SH, menegaskan pentingnya sinergi Musrenbang dan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD dalam mewujudkan visi pembangunan daerah “MASMIRAH”: Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Harmonis. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada Acara Pembukaan Musrenbang Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2026 dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2027, Selasa 8 April 2026 di Praya.
Di hadapan Bupati dan Wakil Bupati, Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, camat, kepala desa, serta tokoh masyarakat, Lalu Sarjana menyebut Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, forum ini adalah ruang demokrasi pembangunan tempat bertemunya aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pemerintah daerah.
2.942 Usulan Pokir : Cermin Ekspektasi Tinggi Masyarakat
Dalam sambutannya, Lalu Sarjana memaparkan hasil penjaringan aspirasi DPRD melalui reses, kunjungan kerja, dan interaksi langsung dengan masyarakat. Total terdapat 2.942 usulan yang terhimpun dalam Pokok-Pokok Pikiran DPRD Tahun 2027.
Rinciannya sebagai berikut. :
"Ini bukan angka yang kecil, melainkan cerminan dari tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pembangunan daerah," tegas Lalu Sarjana. Data tersebut menunjukkan masyarakat masih sangat membutuhkan infrastruktur dasar yang merata, layanan pendidikan dan kesehatan berkualitas, serta penguatan ekonomi rakyat yang berkelanjutan.
Pokir DPRD Selaras dengan Visi MASMIRAH
Wakil Ketua II DPRD Lombok Tengah itu menguraikan keterkaitan erat antara Pokir DPRD dengan visi pembangunan daerah MASMIRAH :
1. Mandiri : Dorongan pada sektor infrastruktur dan ekonomi produktif, termasuk UMKM dan pertanian, untuk memperkuat kemandirian fiskal dan masyarakat. 2. Berdaya Saing: Usulan di bidang pendidikan, kesehatan, dan potensi unggulan daerah untuk mencetak SDM sehat, cerdas, dan terampil yang mampu bersaing secara regional hingga global. 3. Sejahtera: Seluruh program diarahkan menurunkan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan memastikan akses adil terhadap layanan dasar. 4. Harmonis : Perhatian pada aspek sosial, budaya, dan kearifan lokal agar pembangunan menjaga nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan.
Tegaskan Tiga Kunci : Prioritas, Sinkronisasi, Konsistensi
Meski demikian, Lalu Sarjana mengingatkan tidak semua usulan dapat diakomodir sekaligus. Karena itu diperlukan tiga hal : penajaman skala prioritas, sinkronisasi Pokir DPRD dengan RKPD, dan konsistensi antara perencanaan dan penganggaran.
"Jangan sampai apa yang direncanakan tidak sejalan dengan apa yang dianggarkan, dan apa yang dianggarkan tidak sepenuhnya dilaksanakan," ujarnya. Ia menekankan keberhasilan pembangunan diukur dari perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat, bukan dari banyaknya program.
Ajak Kolaborasi, Bukan Cara Biasa.
Lalu Sarjana mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat untuk memperkuat kolaborasi. "Kita tidak boleh lagi bekerja dengan cara biasa. Kita harus bekerja lebih terarah, lebih terukur, dan lebih berdampak," katanya.
Ia memastikan DPRD akan terus mengawal dan memperjuangkan agar pembangunan benar-benar berpihak kepada masyarakat tanpa terkecuali.
Mengakhiri sambutan, Lalu Sarjana menyampaikan dua pantun yang mengajak seluruh pihak menyinergikan Musrenbang dan Pokir demi terwujudnya Lombok Tengah yang sejahtera
"Burung elang terbang tinggi,
Melintas jauh menembus awan.
Musrenbang dan Pokir bersinergi,
Wujudkan MASMIRAH jadi kenyataan.
Burung merpati terbang ke awan,
Hinggap sejenak di dahan cemara.
Terima kasih atas perhatian hadirin sekalian,
Semoga ikhtiar kita membawa Lombok Tengah semakin sejahtera." Tutup Sarjana. (TOH).


