SANANA,Journalntbnews.com || Pelaksanaan proyek Pengaspalan jalan yang beralamat Desa Nahi dan Desa Ona, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepualauan Sula, Provinsi Maluku Utara ini dikerjakan sangat tipis dan tidak pakai papan nama proyek. Hal itu memjadi pertanyaan bagi masyarakat setempat. Diduga proyek tersebut siluman dikerjakan asal-asalan dikawatirkan mutu kualitas kurang sempurna, akan cepat rusak.
Dikerjakan tanpa adanya papan proyek ditempel dilokasi dan tidak adanya konsultan pengawas, dilokasi kegiatan dan diduga di kerjakan tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan sebentar nanti akan memakai aspal yang kualitas kurang bagus, dan digelar sangat tipis, sehingga menimbulkan kecaman dari masyarakat sekitar
Menurut warga setempat, Yusran aat di konfirmasi media Journalntbnews.com, Rabu (20/9/23) dilokasi mengatakan “pekerjaan proyek yang dikerjakan orang yang tidak jelas asal usulnya, apakah anggaran pekerjaan itu didanai milik perorangan atau dari Permerintah menggunakan uang rakyat tidak jelas legal pekerjaan itu, "ucapnya
Lanjut Yus, Kami masyarakat pun perlu mengetahui asal usul proyek itu, berapa nilainya, panjangnya berapa, volume ketebelannya berapa, anggarannya dari mana. Sepengetahuan kami kalau proyek itu dari pemerintah pasti ada pengawasnya dilapangan dan papan nama proyek fitempel dilokasi.
“Kalau pekerjaan dari Pemerintah Kabupaten mau pun Provinsi dengan kondisi pekerjaan seperti begini pasti ada permainan dan persekongkolan untuk meraup untung yang besar , "tegasnya.
Namun informasi yang kami dapatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Bina Marga menggelontorkan anggaran dari APBD 2022 untuk pembangunan infarstruktur jalan pengaspalan.
Warga sekitar pun tidak mengetahui berapa panjang, lebar serta ketebalan saat di tanya kepada pekerja juga tidak mengetahui berapa ketebalannya di dalam RAB.
"Maka Ia menduga ada indikasi korupsi dalam pengerjaan proyek tersebut dan kalau seperti ini kontraktor bisa meraup keuntungan besar untuk memperkaya diri sendiri dan kelompok tertentu.” tandasnya.
Sementara itu, pihak Dinas Bina Marga Provinsi Maluku Utara dan Rekanan kerja belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini ditayangkan (Ks)

