Janji Reses Baru 60% Terealisasi, Dewan Demokrat Lombok Tengah Pilih Fokus Bangun Desa Kelahiran


Bq Patmah Anggota DPRD Fraksi Partai Demokrat Daerah pemilihan Batukliang dan Batukliang Utara 

LOMBOK TENGAH – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah Fraksi Partai Demokrat, Baiq Fatmah, blak-blakan soal capaian reses di Dapil Batukliang dan Batukliang Utara. Dari tiga kali reses per tahun dengan 18 titik prioritas, ia mengakui baru sekitar 50–60% permintaan masyarakat yang bisa dipenuhi. “Tiang hanya fokus di desa tempat kelahirannya, karena di sini pusat suara tiang. Selanjutnya masyarakat bisa diwakili oleh perempuan dan satu-satunya adalah tiang,” tegas Baiq Fatmah, Minggu 31/5/2026.

Rabat Jadi Opsi Realistis di Tengah Lonjakan Harga  

Dalam ringkasan reses yang dibuat terungkap hambatan utama: kenaikan biaya material dan upah. Harga aspal yang dulu di kisaran Rp 21.000–22.000 kini melonjak ke Rp 26.000–27.000 Anggaran per paket yang sebelumnya 100 kini hanya sanggup menutup 50–60% janji reses.

Karena itu, pengerjaan rabat jalan jadi strategi utama. “Kalau dipaksakan aspal, volume yang dikerjakan sedikit. Rabat lebih realistis agar dampaknya luas,” kata dia. Permintaan terbanyak dari masyarakat memang infrastruktur fisik: jalan usaha tani, jalan desa, dan jalan dusun.

Desa Lendang Tampel Sudah Tersentuh Semua, Tapi Belum Tuntas  

Fokus Baiq Fatmah tertuju ke Desa Lendang Tampel yang memiliki 10 dusun: Mertak Wareng, Lauk, Mertak Wareng Daye, Lendang Tampel Lauk, Lendang Tampel Daye, Bebanti, Gerantung, Lendang Randu, Depok Perine, Mertak Sambi Daye, dan Bawah Puluh. Seluruh dusun disebut sudah mendapat minimal satu paket fisik. 

Meski begitu, beberapa titik masih di bawah 50% pemenuhan. Banyak jalan berlubang yang butuh penanganan intensif. Target optimis: 50% permintaan warga bisa tercover hingga 2027, bukan 100%.

Konteks Politik: Dulu Kurang Tersentuh, Kini Ada Wakil dari Desa Sendiri  

Baiq Fatmah menyinggung kondisi historis bahwa Lendang Tampel sebelumnya kurang mendapat sentuhan wakil daerah. Kini, sebagai satu-satunya wakil perempuan dari desa itu, ia berkomitmen mendorong percepatan. Ia juga menyinggung peran almarhum Tuan Guru Haji Jamaluddin yang basisnya di Batukliang Utara, sehingga pendekatan politik kini berubah..

Peran Perempuan Menguat di Desa  

Catatan terpisah dari Peran Perempuan di Desa” menyebut sosok ibu di Desa Lendang Tampel cukup berpengaruh dalam arah keputusan lokal. Baiq Fatmah menilai hal itu wajar. “Perempuan penunjuk arah dalam urusan sehari-hari,” ujarnya. 

Namun ia juga realistis: mengandalkan sumber daya sendiri tidak cukup. Pembagian anggaran tetap melibatkan Fraksi.

Dengan keterbatasan anggaran, Baiq Fatmah memilih strategi prioritas. Rabat jalan dan paket berdampak luas jadi pilihan dibanding menyebar tipis ke semua titik. Pemantauan akan terus dilakukan agar keluhan fisik utama warga bisa mulai tercover menjelang 2027.||

Editor: Muhammad ROSIDI