Wakil Bupati Sampaikan KUA PPAS 2027, Fokus 5 Program MASMIRAH / PAD Loteng Naik Jadi Rp597 Miliar, Pariwisata Mandalika Jadi Andalan
PRAYA -Wakil Bupati Lombok Tengah Dr HM NURSIAH, S,sos M.S.I sampaikan penjelasan soal Rancangan Kebijakan Umum APBD atau KUA dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara PPAS Tahun 2027 di Rapat Paripurna DPRD, Senin 14 Juli 2026 di Praya.
Di depan pimpinan DPRD, Forkopimda dan semua kepala OPD, wakil Bupati menyampaikan penyusunan APBD 2027 ini sudah ikut aturan dan sudah selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah serta program nasional dan Provinsi NTB.
Nursiah juga paparkan kondisi ekonomi Loteng yang makin membaik. IPM naik dari 71,19 di 2024 jadi 72,07 di 2025 dan ditarget 72,96 di 2027. Angka kemiskinan turun dari 12,07 persen jadi 10,68 persen, target 2027 bisa turun lagi ke kisaran 9,20 sampai 10,14 persen. Pertumbuhan ekonomi juga naik dari 3,34 persen jadi 4,87 persen, dan tahun 2027 dipatok tumbuh 5,36 sampai 6,34 persen.
Kata Nursiah, pariwisata KEK Mandalika masih jadi mesin utama, ditopang pertanian, perikanan dan ekonomi kreatif lokal. Tema pembangunan 2027 adalah Penguatan Transformasi MASMIRAH.
Ada 5 prioritas yang ditetapkan:
SDM: peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia. Birokrasi: reformasi dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Ekonomi : ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Infrastruktur: pemerataan pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Sosial Budaya: penguatan modal sosial, budaya dan harmoni masyarakat
Soal uang, wabup jujur menyatakan, Loteng masih bergantung sama transfer pusat, PAD masih kecil tapi trennya terus naik apalagi dari pariwisata.
"Untuk 2027, pendapatan daerah ditarget Rp2,57 triliun, naik Rp78,49 miliar dari tahun lalu. Rinciannya, PAD Rp597,31 miliar dari pajak, retribusi dan optimalisasi aset, Pendapatan Transfer Rp1,95 triliun dari Dana Bagi Hasil, DAU, DAK, Dana Desa dan bagi hasil pajak provinsi, serta Lain lain Pendapatan Sah Rp26,63 miliar dari hibah dan bagi hasil tambang." Ujar Nursiah.
Lanjutnya, Belanjanya juga Rp2,57 triliun, dibagi untuk Belanja Operasi Rp2,06 triliun buat gaji pegawai dan pelayanan dasar, Belanja Modal Rp172,09 miliar buat jalan, jembatan, irigasi, sekolah dan puskesmas, Belanja Tidak Terduga Rp2,5 miliar buat darurat, dan Belanja Transfer Rp334,05 miliar buat desa.
"Untuk pembiayaan, ada SiLPA tahun sebelumnya Rp30,89 miliar, sementara pengeluaran pembiayaan Rp31,18 miliar buat bayar cicilan utang ke PT SMI. Jadi APBD disusun berimbang dan terukur." Tutupnya.
Wakil Bupati berharap anggaran ini jadi wujud amanah rakyat untuk kemajuan Loteng yang Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera dan Harmonis . |
Editor : Muhammad ROSIDI

