Mataram,Journalntbnews.com
Pelantikan Advsokat Persatuan Advokasi Indonesia Nusa Tenggara Barat ( Persadin NTB) di pinpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERSADIN, Dr. K.R.T. Oking Ganda Miharja, S.H., M.H., didampingi Ketua DPW PERSADIN NTB Lukman Aprizal, S.H., serta jajaran pimpinan cabang dan pengurus PERSADIN se-NTB.
Kegiatan tersebut diikuti para calon advokat yang menjalani proses pelantikan, serta dihadiri para pengurus, senior, keluarga besar PERSADIN dan tamu undangan.
Rangkaian acara ini diawali dengan pembukaan dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya dilakukan pembacaan doa, sambutan Ketua DPW PERSADIN NTB, prosesi pelantikan, pengucapan ikrar/janji advokat, serta penandatanganan berita acara pelantikan ditutup dengan pembacaan doa,
Dalam acara tersebut berlangsung dengan khidmat, namun tetap terasa santai dan hangat. Sesekali canda mewarnai acara sehingga suasana kekeluargaan di antara jajaran PERSADIN dan para advokat yang baru dilantik semakin terasa.
Setelah prosesi pelantikan, Ketua Umum DPN PERSADIN Dr. K.R.T. Oking Ganda Miharja, S.H., M.H. menyampaikan sambutan sekaligus arahan kepada para advokat yang baru dilantik.
Dalam arahannya, Ketua Umum memberikan sejumlah pesan serta petunjuk teknis berkaitan dengan pelaksanaan profesi advokat. Arahan tersebut menjadi bekal bagi para advokat baru dalam memahami tanggung jawab dan menjalankan profesinya secara profesional.
Pesan yang disampaikan juga menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalitas, kehormatan profesi, serta nama baik organisasi PERSADIN dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian doa sekaligus pesan dan nasihat kepada para advokat yang baru dilantik oleh Dr. (Cand.) Marzuki, M.H., CIM., Ketua PERSADIN Lombok Barat, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam pesannya, Marzuki menegaskan bahwa advokat merupakan profesi yang mulia atau dikenal dengan istilah officium nobile.
“Advokat adalah profesi yang mulia, officium nobile. Mengapa disebut mulia? Karena profesi ini menjunjung tinggi nilai-nilai ilahiyah, nilai-nilai rabbaniyah, terutama penegakkan keadilan dan pembelaan terhadap mereka yang terzalimi,” ujar Marzuki dalam pesannya.
Ia kemudian mengingatkan para advokat mengenai firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak keadilan.” (QS. An-Nisa: 135)
Marzuki juga mengutip sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
“Tolonglah saudaramu, baik ketika ia menzalimi maupun ketika ia dizalimi.” (HR. Bukhari)
Ia menjelaskan bahwa hadis tersebut mengandung pesan penting bahwa membantu orang yang zalim bukan berarti membenarkan kezalimannya, melainkan mencegahnya dari perbuatan zalim. Sementara orang yang dizalimi harus dibantu dan dibela dari kezalimannya.
Marzuki juga mengingatkan agar profesi advokat tidak semata-mata dipandang sebagai sarana memperoleh penghasilan mencari uang semata.
“Jangan jadikan profesi advokat semata-mata sebagai sarana mencari nafkah. Jadikanlah ia sebagai sarana menegakkan keadilan, membela yang terzalimi, mengabdi kepada masyarakat, dan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tegasnya.
Ia berharap para advokat yang baru dilantik mampu menjaga kehormatan officium nobile, sehingga profesi advokat benar-benar menjadi jalan pengabdian sekaligus membawa keberkahan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada para advokat yang telah dilantik dan foto bersama jajaran pimpinan serta keluarga besar PERSADIN NTB.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dalam suasana penuh keakraban.
Pelantikan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni organisasi, tetapi menjadi momentum awal bagi para advokat yang baru dilantik untuk menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi hukum dan keadilan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
(Jntb)


