Eko-Abib Terpilih Secara Aklamasi sebagai Presma dan Wapresma UNW Mataram


MATARAM,Journalntbnews.
Pasangan Eko-Abib ditetapkan sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram periode kepengurusan baru. Keduanya terpilih secara aklamasi setelah menjadi satu-satunya pasangan calon yang dinyatakan memenuhi persyaratan dalam rangkaian Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira).

Penetapan tersebut menjadi puncak dari rangkaian proses pemilihan yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) UNW Mataram.

Ketua KPRM UNW Mataram, Yogik Saputra, mengatakan tahapan pemilihan diawali dengan pendaftaran pasangan calon yang berlangsung pada 30 September hingga 1 Oktober 2026.

Setelah masa pendaftaran berakhir, KPRM melanjutkan proses verifikasi berkas dan penetapan calon pada 2 Oktober 2026. Dari hasil verifikasi tersebut, pasangan Eko-Abib dinyatakan memenuhi persyaratan dan ditetapkan sebagai satu-satunya pasangan calon dalam pemilihan Presma dan Wapresma UNW Mataram.

Karena hanya terdapat satu pasangan calon, proses pemilihan kemudian dilakukan melalui mekanisme aklamasi. Eko-Abib selanjutnya ditetapkan sebagai Presma dan Wapresma UNW Mataram yang baru.

Rangkaian pemilihan tersebut berlangsung sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan KPRM, mulai dari pendaftaran, verifikasi berkas, penetapan calon hingga penetapan pasangan calon tunggal terpilih secara aklamasi pada 2 Oktober 2026.

Penetapan Eko-Abib sekaligus menandai berakhirnya proses Pemira UNW Mataram tahun 2026 sekaligus menjadi awal bagi kepemimpinan baru mahasiswa di tingkat universitas.

Pergantian kepemimpinan tersebut juga menjadi akhir dari masa bakti M. Abdul Zakaria sebagai Presma UNW Mataram periode 2025–2026. Setelah melewati satu periode kepemimpinan, Abdul Zakaria menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan organisasi selama masa baktinya. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan, komunikasi, dan pengabdian yang telah dibangun dapat terus dijaga oleh kepemimpinan berikutnya.

«“Saya berharap kepemimpinan selanjutnya dapat melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun, melakukan evaluasi terhadap kekurangan yang ada, serta terus menjadikan organisasi mahasiswa sebagai ruang untuk memperjuangkan kepentingan dan aspirasi mahasiswa.”»

Sementara itu, Eko yang kini menerima mandat sebagai Presma UNW Mataram menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap kepemimpinan yang akan dijalankan bersama Abib dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan mahasiswa serta menghadirkan kerja-kerja organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi civitas akademika.

«“Kami berharap dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, membangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen mahasiswa, serta menghadirkan program kerja yang benar-benar menjawab kebutuhan dan aspirasi mahasiswa.”»

Abib selaku Wapresma terpilih juga berharap kepemimpinan baru tidak hanya berhenti pada pergantian struktur organisasi, tetapi mampu melahirkan ruang kolaborasi yang lebih luas bagi mahasiswa.

«“Kami ingin kepemimpinan ini menjadi ruang bersama bagi seluruh mahasiswa. Perbedaan latar belakang dan pandangan harus menjadi kekuatan untuk membangun organisasi yang lebih terbuka, solid, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan UNW Mataram.”»

Dengan ditetapkannya Eko-Abib, tongkat estafet kepemimpinan mahasiswa UNW Mataram kini berpindah ke generasi berikutnya. Bagi Abdul Zakaria, berakhirnya masa bakti bukan sekadar berakhirnya sebuah jabatan, melainkan penutup dari satu perjalanan pengabdian yang akan menjadi bagian dari sejarah organisasi mahasiswa.

Sementara bagi Eko dan Abib, penetapan secara aklamasi bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang sesungguhnya. Sebab setelah sorak penetapan mereda dan panggung pemilihan ditinggalkan, masih ada amanah yang harus dijalankan, aspirasi yang harus didengar, serta harapan mahasiswa yang menanti untuk diwujudkan.

Oleh: usman jayadi.

Tags