LOMBOK TENGAH – Nada tulus terdengar dari Anggota DPRD Loteng Fraksi Demokrat, Lalu Yudistira Praya Manggala, SE. Di hadapan media, Rabu 3/6/2026, ia tak ragu menyampaikan permohonan maaf kepada konstituen Dapil 1 Praya dan Praya Tengah.
"Sebagai putra daerah, tiang sadar belum bisa berbuat maksimal. Untuk itu tiang minta maaf kepada masyarakat," ucap Lalu Yudistira dengan wajah serius.
Angka 60% dan Alasan di Baliknya
Fakta di lapangan: dari dua kali reses, serapan program di dapilnya mencapai 60%. Rendah? Lalu Yudistira punya alasan logis. "Mayoritas permintaan warga itu infrastruktur. Bukan beli terop atau keranda yang langsung jadi. Jembatan, trotoar, jalan lingkungan — itu makan waktu dan anggaran besar," terangnya.
Buktinya di Dusun Karang Bali, Tiwugalih. Dari 10 usulan warga, 8 sudah tuntas. Dua sisa? Salah satunya jembatan penyeberangan yang kini masuk prioritas. "Paket kecil jalan terus. Tapi kami jujur, paket besar butuh nafas panjang."
Efisiensi Anggaran, Bukan Alasan Berhenti
Lalu Yudistira tak menutup mata. Isu efisiensi anggaran pusat sempat bikin beberapa titik belum tersentuh. Solusinya? "Tim tiang akan turun lagi. Sampaikan maaf langsung, sekaligus pastikan warga tahu *progress*-nya sampai mana."
Strategi ke depan jelas: Fokus pada yang memberi manfaat langsung. Kelurahan Semayan jadi ring pertama pengawasan. Karang Bali dikunci untuk penyelesaian jembatan.
Bukan Cuma Proyek, Binaan Juga Jalan
Yang menarik, di tengah fokus infrastruktur, program binaan tak berhenti. Beberapa kelompok baru sudah dikunjungi dan beri komitmen. "Permintaan kecil warga itu pantang ditolak. Kasihan kalau mereka kecewa," katanya.
Untuk komoditas khas seperti nyongkol dan gendang beleq, distribusinya fleksibel: sebulan sekali atau bisa 4 kali, menyesuaikan stok. "Gendang beleq paling murah, paling dicari. Tapi kita harus jelas dulu sumber anggarannya sebelum tambah binaan baru," tegasnya.
Komitmen 2027: Tuntaskan, Baru Perluas
Target Lalu Yudistira lugas: kejar efisiensi, tuntaskan prioritas. Jadwal jembatan Karang Bali akan dikonfirmasi secepatnya. Harapannya, realisasi 2027 jauh lebih tinggi.
"Konsistensi itu penting. Tapi bagi tiang, lebih penting menuntaskan janji yang sudah ada sebelum bicara yang baru," tutupnya.
"60% ini baru fondasi. Tugas tiang belum selesai sampai jembatan Karang Bali berdiri dan warga Semayan tersenyum. Mohon doa dan dikawal." Lalu Yudistira Praya Manggala, SE. ||
Editor; Muhammad ROSIDI

