Suara Rakyat Bicara: 4.531 Warga Titip Harapan ke H. Uhibbusa 'Adi PKS


Mengawal Aspirasi, Merealisasikan Harapan: H. Uhibbusa 'Adi Raih Kepercayaan 4.531 Warga Dapil 6

LOMBOK TENGAH — Rekapitulasi suara Dapil 6 Lombok Tengah yang meliputi Batukliang dan Batukliang Utara memastikan satu nama melenggang dengan dukungan kuat: H. Uhibbusa 'Adi dari Partai Keadilan Sejahtera. Dengan perolehan 4.531 suara, ia menjadi salah satu dari wakil rakyat yang dipercaya masyarakat untuk periode 2024-2031.

Angka ini bukan sekadar jumlah. Di balik 4.531 suara tersebut, ada tumpukan aspirasi yang diserap langsung dari tiga kali reses: permintaan perbaikan jalan desa, ruang kelas baru untuk PAUD dan SD di pelosok, pelatihan SDM guru dan kader posyandu, hingga pemberdayaan UMKM yang butuh alat sekaligus akses pasar.

"Keterbatasan anggaran membuat kita harus memilih skala prioritas. Tapi komitmennya jelas: minimal 1–2 usulan prioritas dari setiap titik reses harus diperjuangkan sampai ke DPRD dan dinas terkait," tegas H. Uhibbusa 'Adi Rabu (3/6/2026)

Fokus Perjuangan: Dari Jalan hingga Pasar UMKM  

Dari rekap serapan aspirasi, keluhan terbesar warga adalah infrastruktur jalan yang belum merata dan prasarana pendidikan. Banyak PAUD dibangun swadaya oleh warga, namun masih kekurangan RKB, mebel, dan pelatihan untuk tenaga pendidik lulusan SMA. 

Di sektor kesehatan, kader posyandu minta dibekali ilmu dasar penanganan darurat. Sementara pelaku UMKM sudah punya produk, tapi tersendat di pemasaran. "Yang diminta bukan cuma alat catering atau salon. Yang lebih penting itu tempat berjualan dan event untuk kenalkan produk lokal, seperti kopi diBatukliang," ungkap salah satu warga.

Prioritas Jangka Pendek: SDM Dulu, Prasarana Menyusul  

H. Uhibbusa 'Adi menegaskan, pelatihan SDM jadi pintu masuk realisasi. Beberapa biaya pelatihan guru PAUD dan kader sudah terpenuhi. Langkah berikutnya: advokasi prasarana yang belum ter-cover dinas, termasuk RKB dan akses pasar UMKM.

Dengan 4.531 amanah di pundak, H. Uhibbusa 'Adi menyatakan siap menjadi jembatan antara suara warga Batukliang–Batukliang Utara dengan kebijakan. "Suara ini titipan. Tugas saya mengawal sampai jadi program nyata," tutupnya.||

Editor: Muhammad ROSIDI