Pujut, Lombok Tengah – Kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah dari Partai Hanura, Sugiarto, kembali menjadi momen yang dinanti warga. Pada Reses Masa Sidang I, II, dan III tahun 2026, Sugiarto turun langsung ke daerah pemilihan Pujut dan Praya Timur untuk menyerap aspirasi konstituen.
“Tiang sangat bangga dalam kegiatan reses niki adalah momentum bagi tiang untuk mendengarkan keluhan konstituen di tengah masyarakat Dapilnya yakni Pujut dan Praya Timur,” ungkap Sugiarto saat ditemui di sela kegiatan reses Masa Sidang III, Pujut.
Bagi warga, reses bukan sekadar agenda rutin wakil rakyat. Pertemuan tatap muka ini jadi ajang silaturahmi sekaligus ruang mengadukan persoalan riil yang dihadapi sehari-hari.
Empat Aspirasi Utama Masyarakat Kecamatan Pujut
Dalam reses Masa Sidang III ini, sejumlah permintaan dan keluhan mengemuka dari masyarakat. Catatan penting yang disampaikan langsung ke Sugiarto antara lain:
Bantuan Alat Tangkap untuk Nelayan Desa Kuta kecamatan Pujut Loteng
Masyarakat nelayan Desa Kuta meminta pemberdayaan konkret berupa bantuan alat tangkap. Kelompok nelayan menyebut alat yang digunakan saat ini sudah tidak memadai untuk mendukung hasil tangkapan, terutama saat musim ombak tinggi. • Kebersihan dan Penerangan Kawasan Pariwisata
Warga meminta pemerintah meningkatkan perhatian terhadap kebersihan dan penerangan jalan di daerah pariwisata. Jalan menuju beberapa spot wisata di Pujut dinilai masih minim lampu jalan, sehingga rawan bagi wisatawan dan warga yang beraktivitas malam hari. • Keluhan Warga Pengengat soal TPS
Di Desa Pengengat, Kecamatan Pujut, warga mengeluhkan dampak lingkungan dari keberadaan TPS Tempat Pembuangan Sampah. Mereka menilai perlu ada kepedulian lebih dari pemerintah daerah terkait pengelolaan sampah, bau, dan dampak kesehatan bagi warga sekitar. • Dukungan untuk Pemekaran Desa Ketapang. Masyarakat persiapan Desa Pemekaran Desa Ketapang, Kecamatan Pujut, meminta bantuan dan support penuh terhadap proses pemekaran yang sedang berjalan. Warga berharap pemekaran bisa mempercepat pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.
Reses Sebagai Jembatan Warga dan Pemerintah
Sugiarto menegaskan seluruh aspirasi yang masuk akan dibawa ke rapat DPRD dan dikoordinasikan dengan OPD terkait. “Reses ini bukan hanya seremonial. Ini kewajiban kami untuk memastikan suara masyarakat sampai ke meja kebijakan,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang hadir dan berani menyampaikan keluhan secara terbuka. Menurutnya, dialog seperti ini penting agar pembangunan di Pujut dan Praya Timur benar-benar sesuai kebutuhan warga.
Kegiatan reses Masa Sidang III ini ditutup dengan komitmen Sugiarto untuk mengawal setiap usulan, mulai dari bantuan nelayan hingga penataan kawasan wisata dan penyelesaian masalah TPS. Warga berharap, janji di masa reses tidak berhenti di catatan, tapi terealisasi dalam program kerja 2026.||
Editor: Muhammad ROSIDI

