Kholik Ketua UMUM ORMAS GARDA NTB Kawal Aspirasi Warga di SDN Beber batukeliang — Wali Murid Tuntut Konpensasi Keracunan MBG, Keamanan Dijaga Babinsa & Kamtibmas



Lombok Tengah, Journalntbnews.
14 September 2026

Klarifikasi dan hearing terkait dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlangsung di SDN Beber batukeliang, Kabupaten Lombok Tengah. Kholik, Ketua umum ORMAS GARDA NTB hadir langsung untuk mengawal aspirasi masyarakat. Perwakilan wali murid menyampaikan tuntutan tegas berupa konpensasi atas dampak kesehatan yang dialami para siswa-siswi. Sementara itu, Ketua Yayasan terkait menyatakan akan berkoordinasi dengan semua pihak untuk merespons tuntutan tersebut. Keamanan selama kegiatan berjalan lancar, dijaga oleh Babinsa dan Kamtibmas yang hadir di lokasi — kinerja mereka patut diapresiasi.

- Lokasi: SDN Beber batukeliang, Kabupaten Lombok Tengah
- Kegiatan: Hearing & Klarifikasi dugaan keracunan makanan program MBG
- Pengawal Aspirasi: Kholik — Ketua Umum ORMAS GARDA NTB
- Pihak Penuntut: Perwakilan Wali Murid siswa-siswi terdampak
- Tuntutan: Konpensasi atas dampak kesehatan akibat dugaan keracunan makanan MBG
- Tanggapan Pihak Sekolah/Yayasan: Ketua Yayasan menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti tuntutan
- Keamanan: Dijaga Babinsa & Kamtibmas — berjalan aman dan kondusif, layak mendapat apresiasi


Suasana di SDN Beber batukeliang berlangsung kondusif namun penuh keseriusan saat hearing dan klarifikasi dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar. Kholik, selaku Ketua DPD ORMAS GARDA NTB, hadir secara langsung untuk mengawal aspirasi masyarakat dan memastikan suara wali murid didengar dengan baik.

Perwakilan wali murid menyampaikan tuntutan secara terbuka di hadapan pihak sekolah dan yayasan. Mereka menuntut adanya konpensasi yang layak atas penderitaan dan gangguan kesehatan yang dialami anak-anak mereka — siswa-siswi yang diduga jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan program MBG. Wali murid menegaskan bahwa ini bukan soal mencari keuntungan, melainkan bentuk tanggung jawab atas kelalaian yang terjadi dan kerugian yang dirasakan.

"Kami tidak menolak program baik pemerintah. Tapi jika anak-anak kami menjadi korban, pihak penyelenggara harus berani bertanggung jawab. Konpensasi yang kami minta bukan untuk kaya, melainkan sebagai bentuk pengakuan atas kesalahan dan jaminan kesehatan anak-anak kami yang terdampak," ungkap salah satu perwakilan wali murid.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan terkait menyatakan sikap terbuka dan siap memfasilitasi penyelesaian. Beliau menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk penyedia makanan (SPPG), Dinas Pendidikan, dan instansi berwenang, untuk mencari solusi terbaik dan merespons tuntutan wali murid dengan serius.

"Kami memahami kekhawatiran para orang tua. Kami akan segera berkoordinasi dengan semua pihak terkait perkara ini. Akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas tuntutan wali murid secara transparan dan bertanggung jawab," ujar Ketua Yayasan.

Kholik, Ketua Umum ORMAS GARDA NTB, menekankan bahwa kehadirannya adalah untuk memastikan aspirasi masyarakat disampaikan dengan benar dan ditindaklanjuti secara serius. Ia berharap perkara ini segera menemukan titik terang dan tidak berlarut-larut.

"Masyarakat punya hak untuk bertanya dan menuntut kejelasan. Kami di sini memastikan semuanya berjalan dengan baik, tertib, dan tidak ada yang ditekan atau dibungkam. Kami akan terus mengawal sampai ada penyelesaian yang adil," tegas Kholik.

Sepanjang kegiatan berlangsung, keamanan dijaga ketat namun tetap bersahabat oleh Babinsa dan Kamtibmas yang bertugas di wilayah tersebut. Kondisi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran aparat keamanan sangat membantu kelancaran dialog dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kinerja mereka yang profesional dan sigap patut diberikan apresiasi.

Pihak wali murid berharap koordinasi yang dijanjikan Ketua Yayasan segera membuahkan hasil dan jawaban konkret dapat disampaikan dalam waktu dekat. Masyarakat juga berharap ke depannya tidak ada lagi anak-anak yang jatuh sakit akibat program yang seharusnya memberi manfaat bagi mereka.

 (Usjntbnews)