Panitia Pemekaran Desa Pengenjek Gelar Rapat Persiapan Hearing Ke DPRD Loteng.


Journal NTB news – Lombok Tengah – Menindak lanjuti  Hering ke Kantor DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang diagendakan pada hari Selasa tanggal 2 Juli 2024 ,Panitia pemekaran Desa Pengenjek menggelar rapat persiapan bersama tokoh dan masyarakat Desa Pengenjek yang bertempat di Berembang Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat Lombok Tengah pada Sabtu Malam minggu, 29/06/2024.

Ketua Panitia pemekaran Saeful Muslim SH saat ditemui awak media di kediamannya di Berembeng Desa Pengenjek pada minggu, 30/6/2024 menjelaskan bahwa semalam telah melakukan rapat persiapan terkait dengan Hering tersebut dan telah menghasilkan beberapa kesempatan.

“Jadi jumlah yang di sepakati untuk ikut Hering besok Selasa, 2/7 itu sebanyak 60 orang, yang kita bagi menjadi tiga kelompok, dari masing-masing calon Desa yang akan mekar dan juga Desa induk masing masing 20 orang, yakni Desa Berumbun Mulia, Desa Beber Sejati dan juga desa induk yakni Desa Pengenjek,” jelas saeful Bahri.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) saeful Muslim SH yang juga diamanahkan oleh masyarakat di Dapil 5 Jonggat Pringgarata Periode 2024 2029 tersebut juga menceritakan tentang persoalan yang akan dibahas bersama pihak DPRD Loteng,khusus tentang anggaran.

Karna Lanjut Saeful Muslim saat menemui Kepala Dinas Pemerintah Masyarakat Desa (DPMD) Loteng diruang kerjanya menjelaskan menjelaskan 18 desa yang sudah direkomendasikan oleh DPRD Loteng untuk ditetapkan menjadi desa pemekaran nanti ditahun 2025, karna terbentur anggaran.

“Dari 18 Desa yang sudah direkomidasikan oleh DPRD Loteng termasuk Desa Pengenjek untuk ditetapkan menjadi desa pemekaran di tahun 2025 karna terbentur anggaran, Karna ditahun 2024 ini Pemda divisi anggaran 14 milyar,” ucap Saiful menirukan Kadis PMD Loteng.

Menanggapi hal tersebut Saiful Muslim selaku Ketua Panitia Pemekaran membantah pernyataan dari Kadis PMD Loteng tersebut.

“Kanapa harus menunggu tahun 2025 untuk ditetapkan oleh bupati, sesungguhnya anggaran pemekaran desa ini hanya ratusan juta, dan pihak DPMD Loteng membenarkan hal itu, kita punya 150 juta aja udah kelar,” Ungkap Anggota DPRD Loteng dari Fraksi PAN ini yang sebentar lagi akan dilantik. menirukan kembali Kadis PMD Loteng.

Terkait alasan anggaran itulah tambah Saiful kami berharap kepada Anggota DPRD Loteng khusus Komisi 4 yang membidangi masalah desa ini bagaimana melakukan komunikasi dengan internal DPRD agar bisa menyisihkan nanti khusus untuk pemekaran yang 18 desa itu, sehingga tidak mesti menunggu tahun 2025,tapi bisa ditetapkan oleh bupati menjadi calon desa pemekaran tahun 2024 ini.

Sementara Ketua Panitia pemekaran Desa Pengenjek Saiful Muslim berharap kepada Pemda untuk tidak menjadikan agenda pemekaran ini sebagai komoditi Politik.

“Saya terus ikuti setiap momen pemilukada isu ini terus bergulir dan dijadikan sebagai progres pembanginan,” pungkas Saiful

Sementara Kadis PMD Loteng telah dimintai keterangannya mealui Via WA, namun sampai berita ini dipublikasikan belum ada jawaban.
(rsl.journal).