Lombok Utara. Journalntbnews.com – Chili House Community menggelar lomba pembuatan eco enzyme yang dirangkaikan dengan edukasi pengelolaan sampah organik di Gili Trawangan, Senin (20/4). Kegiatan ini turut dihadiri Ibu Kapolda NTB, Ny. Edi Murbowo, Ibu Kapolres Lombok Utara, Ny. Henny Agus Purwanta beserta jajaran Bhayangkari Daerah NTB dan Bhayangkari Cabang Lombok Utara.
Kegiatan tersebut melibatkan anak-anak binaan bersama para orang tua dalam praktik langsung mengolah limbah organik menjadi cairan ramah lingkungan melalui proses fermentasi sederhana.
Pendiri Chili House Community, Noor Ain Hussin, Ph.D., mengatakan edukasi sejak dini penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
“Sampah organik memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat. Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan pada praktik sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam pelatihan itu, peserta diajarkan membuat eco enzyme dengan komposisi 1:3:10, yakni limbah organik seperti kulit buah dan sayuran, gula merah atau molase, serta air. Hasil fermentasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga membantu penguraian limbah domestik.
Selain edukasi, Chilli House Community juga menggelar lomba pembuatan eco enzyme untuk mendorong partisipasi masyarakat. Peserta terbaik akan mendapatkan hadiah berupa satu unit compost bin senilai Rp850.000 dan uang tunai sebesar Rp1.000.000.
Kehadiran Bhayangkari dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penguatan edukasi lingkungan berbasis masyarakat, khususnya di kawasan wisata seperti Gili Trawangan yang menghadapi tantangan volume sampah dari aktivitas pariwisata.
Ain menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada konsistensi perilaku masyarakat.
“Edukasi ini adalah langkah awal. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat menerapkannya secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Chili House Community berharap dapat mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk memulai pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga sebagai solusi jangka panjang.
(Doel)

