HEBOH..Wabup Lombok Tengah Diduga Sawerkan "Dana Direktif" ke Wartawan, Dinkes Benarkan Adanya Anggaran

 


LOMBOK TENGAH,Journalntbnews.
Kamis, 22 Oktober 2026 — Pemberian yang disebut sebagai "dana direktif" Wakil Bupati Lombok Tengah kepada sejumlah wartawan mulai menjadi sorotan publik. Awak media menghimpun informasi bahwa melalui Dinas Kesehatan, sejumlah wartawan akan menerima dana tersebut.
 
Berdasarkan data yang dihimpun, dalam APBD Perubahan tahun 2026 ini dialokasikan dana direktif Wakil Bupati melalui Dinas Kesehatan Lombok Tengah yang rencananya akan disalurkan kepada 10 orang wartawan, masing-masing sebesar Rp1 juta, sehingga total mencapai Rp10 juta.
 
Saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (19/10/2026), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Lombok Tengah membenarkan adanya alokasi dana tersebut.
 
Dewan Pers sebelumnya telah menetapkan larangan pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk organisasi maupun individu wartawan. Langkah ini diambil guna menjaga kemandirian, independensi, dan profesionalitas pers sebagai salah satu elemen kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
 
Jika pemerintah daerah bermaksud mendukung peningkatan kualitas jurnalisme, Dewan Pers menyarankan dukungan diwujudkan dalam bentuk fasilitasi pelatihan, peningkatan kompetensi, maupun Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dikelola secara terbuka dan transparan oleh instansi terkait.
 
Secara regulasi keuangan daerah, istilah "dana direktif" tidak dikenal secara resmi. Anggaran daerah wajib dituangkan dalam dokumen APBD dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disepakati dan disahkan oleh kepala daerah bersama DPRD. Dana yang kerap disebut "direktif" dipahami sebagai kewenangan diskresi kepala daerah untuk memprioritaskan program tertentu, namun seringkali memicu perdebatan terkait transparansi dan prosedur penganggaran yang tidak melalui jalur legislatif yang baku.
 
Hingga berita ini ditayangkan, Wakil Bupati Lombok Tengah, HM. Nursiah, belum memberikan tanggapan atau penjelasan terkait hal tersebut. Awak media masih berupaya memintanya untuk memberikan penjelasan.
 

 
Berita ini disusun berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun hingga saat ini dan belum memuat tanggapan dari pihak yang diduga. Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak yang terkait untuk menyampaikan penjelasan dan tanggapan guna kelengkapan dan keseimbangan pemberitaan. Redaksi akan memperbarui perkembangan kasus ini seiring dengan adanya informasi terbaru yang terkonfirmasi.

Oleh:usman jayadi.