Perdana di wilayah Bali-Nusra, Konsep Ompreng disulap MBG Prasmanan
4.11.26
Mataram, journalntbnews.com- Program Makan Bergizi gratis (MBG) yang selama ini mengandalkan penyajiannya menggunakan ompreng, kini dirubah menjadi konsep makanan dengan cara prasmanan.
Konsep ini digagas dan diuji coba secara perdana se Bali-Nusra, oleh Dapur SPPG Karang Baru 2, Kota Mataram, Provinsi NTB. Uji coba berlangsung di dua kelas. Yakni di Kelas V dan Kelas VI SD Al Iqro Mataram.
"Ini hari yang ke-9 konsep ini diuji coba di SD Al Iqro Mataram," ungkap Kepala SPPG Karang Baru 2, Anggra Mauluddin Riady MS, di sela sela aktivitas mendampingi Tim Asistensi Pengawas Wilayah Provinsi NTB se-Pulau Lombok, Senin (02/11/2026) siang.
Konsep ini tergolong konsep baru. Sebelumnya konsep ini sempat berjalan selama tiga hari, namun terkendala administrasi. Tepatnya tanggal 26 Oktober 2026, pusat akhirnya menyetujui dan memberikan jatah tambahan hingga dua kelas.
"Konsep ini yang dilaksanakan pertama kali selama berjalannya program MBG se Bali- Nusra. Ini awalnya uji coba satu kelas, sempat di tegur pusat," imbuhnya.
Pihaknya merubah konsep penyajian dengan menggunakan ompreng disebabkan beberapa hal. Diantaranya soal kualitas makanan. Menurut Anggra, makanan yang disajikan secara prasmanan terlihat lebih fresh dan tidak merubah rasa masakan makanan.
Selain itu, konsep ini juga diterapkan untuk mendorong pembentukan karakter siswa agar menjadi insan yang jujur. Hal tersebut dapat diukur, jika makanan tersebut habis sesuai dengan standar porsi yang ditetapkan.
Di sisi lain, siswa tidak lagi sungkan mengambil makanan yang sengaja mereka sisakan. Tidak seperti menggunakan ompreng. "Jadi makanan yang kami sajikan habis nggak tersisa. Kalau sebelumnya tetap ada sisa di ompreng," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa konsep ini akan diuji coba selama dua pekan berturut-turut. Pihaknya berencana mengajukan tambahan jatah kelas, sehingga konsep ini dapat diuji coba baik ke siswa di jenjang TK maupun semua kelas di SD Al Iqro Mataram.
"Di Kecamatan Selaparang, kami mendapatkan jatah 5 sekolah dan 3 posyandu. Tahap kedua minimal kami bisa uji cobakan di TK maupun SD Al Iqro," harapnya.
Sementara, Ziad Ulhaq selaku Tim Asistensi Pengawas Wilayah Provinsi NTB se-Pulau Lombok menilai, konsep MBG Prasmanan ala Dapur SPPG Karang Baru 2, sangat bagus. Namun sayang, tidak semua dapur SPPG berani untuk menerapkan konsep tersebut.
"Kenapa demikian, disebabkan jarak jangkau distribusi yang jauh. Kekhawatirannya, makanan yang dimasak dan disajikan tidak sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN,red)," ungkapnya.
Saat ini BGN tengah dalam proses berbenah. keberadaan tim asistensi pengawas di setiap wilayah provinsi, sebagai perpanjangan tangan untuk memastikan setiap dapur SPPG dapat menjalankan SOP sesuai yang ditetapkan BGN.
Salah satunya mendorong agar CCTV seluruh dapur SPPG se Indonesia dapat terkoneksi langsung ke pusat. Selain itu sharing edukasi dalam rangka meminimalisir resiko kecelakaan kerja dan kejadian luar biasa lainnya.
"Itu target 100 hari kerja pak Sudaryono, BGN ini betul-betul berbenah," katanya.
Soal IPAL, kata Ziad Ulhaq, sebenarnya setiap dapur SPPG memiliki IPAL masing-masing. Yang perlu ditekankan adalah mengenai kapasitas yang sudah overload dan cara penanganannya. Sehingga dapur tidak menimbulkan bau menyengat.
"Ada beberapa tempat juga dibiarkan saja Overload, sehingga keluar bau menyengat, itu yang tidak boleh. Itu yang kami harapkan kepada setiap SPPG," pesannya.
Reporter: Syafrin Salam.
Tags

